Luhut Akui Tracing Kasus Covid Turun, Perintahkan Pemda yang Perkuat

Opini

Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengakui jumlah capaian pemeriksaan warga terhadap virus corona (Covid-19) di Indonesia baik melalui tes PCR maupun rapid test antigen saat ini mengalami penurunan.

Luhut menyebut, penurunan jumlah pemeriksaan itu terjadi seiring dengan kebijakan pemerintah yang resmi menghapus syarat negatif tes Covid-19 bagi pelaku perjalanan domestik sejak 8 Maret lalu. “Jumlah orang yang diperiksa mengalami penurunan seiring dengan tidak diberlakukannya lagi syarat antigen atau PCR dalam perjalanan,” kata Luhut dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (14/3).

Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali itu lantas meminta setiap daerah untuk kembali menggenjot pemeriksaan Covid-19 dan tracing alias pelacakan kontak erat di daerahnya masing-masing. Upaya surveilans yang dilakukan dengan agresif menurutnya akan menyebabkan rasio kasus positif atau positivity rate Covid-19 Indonesia mengalami peningkatan. Saat ini, positivity rate mingguan Indonesia berada di 13,49 persen. Sementara batas ambang aman dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 5 persen.

“Untuk dapat mengidentifikasi kasus dan menghindari potensi lonjakan kasus, pemerintah minta seluruh daerah kembali memperkuat kapasitas testing dan tracing,” ujar Luhut.