Anak dan anjing: Enam aturan yang harus diketahui semua orang

Life & style

Anjing adalah bagian dari banyak keluarga. Namun, hubungan antara anak dan anjing tidak selalu berjalan mulus. Ada beberapa aturan dasar untuk memastikan bahwa tidak ada yang salah.

Anjing adalah sahabat terbaik manusia – dan karena itu juga sahabat terbaik bagi anak-anak. Tetapi kedua belah pihak harus belajar bagaimana menghadapi satu sama lain. Aturan yang jelas diperlukan untuk hidup bersama.

1. Pengawasan
Balita dan anjing tidak boleh bersama tanpa pengawasan – tidak peduli seberapa baik perilaku hewan atau kepekaan balita. Ini karena ini adalah perilaku alami anjing untuk membentak ketika terancam. Bahkan seekor anjing, betapapun bersahabatnya, bisa tiba-tiba menangkis dan melukai seorang anak yang kesakitan, misalnya.

Pengawasan berarti pengawasan aktif: perhatian harus tertuju pada anak dan anjing, bukan pada hal-hal lain seperti ponsel atau TV. Jika hal ini tidak memungkinkan, anak dan anjing harus dipisahkan satu sama lain dengan aman.

2. Belajar
Terlalu memaksa atau terlalu kasar – orang perlu belajar bagaimana menangani anjing dengan benar. Penting untuk dapat mengenali sinyal stres yang lebih halus seperti mengalihkan pandangan atau menjilat bibir. Jika ragu-ragu, orang dewasa harus turun tangan.

Sejak usia sekitar delapan tahun, anak-anak dapat secara mandiri menerapkan aturan untuk berurusan dengan anjing. Ini mencakup, antara lain:

Jangan memelihara hewan peliharaan yang bertentangan dengan biji-bijian
-Jangan memeluk atau mencium anjing
-Jangan membangunkan anjing yang sedang tidur
-Jangan menghukum secara independen setelah tindakan yang tidak sah
-Jangan mengganggu anjing saat sedang makan
Jangan mengambil benda-benda dari anjing
Jangan menakut-nakuti atau melecehkan anjing.

3. tempat peristirahatan
Setiap anjing harus memiliki tempat yang tenang untuk berbaring di mana dia merasa nyaman dan di mana ada makanan, air dan mainan. Yang terpenting, anak-anak tidak boleh mengganggunya di sana. Pemilik juga harus mengajari anjingnya untuk mundur ke sana jika hal itu terlalu berlebihan baginya.

Di sisi lain, anjing tidak memiliki urusan di kamar anak-anak dan tentu saja tidak di tempat tidur anak-anak. Orang tua bisa, misalnya, menutup pintu kamar anak-anak atau memasang kisi-kisi di depannya. Hal ini dianjurkan bagi anak-anak sampai mereka mulai bersekolah.

4 Ketaatan
Ketaatan yang baik dan hubungan peringkat yang sehat dan stabil antara pemilik dan anjing membantu memasukkan anak-anak ke dalam “kelompok”. Untuk ini, anjing harus diajari perintah-perintah yang paling penting dengan cara yang positif tanpa kekerasan.

5. penghindaran masalah
Masalah bisa terjadi dalam hubungan – juga dalam hubungan antara manusia dan anjing. Oleh karena itu, situasi bermasalah yang diketahui harus selalu dihindari. Misalnya, anjing tidak boleh diganggu saat makan dan mainan anjing dan anak-anak harus dipisahkan dengan jelas.

Misalnya, anjing dan anak harus sama-sama tahu bahwa mainan satu sama lain terlarang. Anjing harus menguasai perintah “off” secara andal. Dan jika ragu-ragu, anjing harus bersedia mengembalikan mainan anak sebagai ganti camilan, misalnya. Pada saat yang sama, anjing harus memiliki tempat untuk menyimpan mainannya sendiri di tempat yang tidak ada urusannya dengan anak – keranjang atau peti anjing, misalnya.

6. bermain
Orang tua selalu mengawasi anak-anak ketika mereka bermain dengan anjing dan juga memastikan bahwa anak mereka tidak berbaring di atas anjing. Masalahnya, anak-anak kecil khususnya cenderung melihat anjing sebagai boneka binatang. Namun, jika anak memperlakukan hewan ini seperti mainan yang bisa dipeluk saat bermain-main, ada bahaya besar bahwa anjing akan menggigit anak tersebut – biasanya di kepala. Pada dasarnya, anak-anak harus belajar untuk meninggalkan hewan itu sendirian. Jika tidak merespons panggilan, berarti tidak ingin bermain.